categori

Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2010

stratifikasi sosial

STRATIFIKASI SOSIAL

A. Pengertian Stratifikasi (pelapisan) Sosial
Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarkat ke dalam kelas-kelas secara hierarkis (bertingkat)
Ada beberapa pendapat tentang stratifikasi sosial :
Max Weber, stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu system sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarki menurut dimensi kekuasaan privelese dan prestise.
Pitirim A. Sorokin
James C. Scot, bahwa system pelapisan sosial akan melahirkan mitos atau rasionalnya sendiri untu menerangkan apa sebabnya orang tertentu hstratifikasi sosialarus di anggap lebih tinggi kedudukannya dari orang lain.

B. Proses Terjadinya Stratfikasi (lapisan) Sosial
Dilihat dari terbentuknya stratifikasi sosial dibedakan menjadi 2 yaitu :
Terjadi dengan sendirinya atau secara tidak sengaja dibentuk.
Dengan sengaja disusun.

C. Dasar-dasar Pelapisan Sosial
Ukuran/criteria yang menonjol/dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah :
Ukuran kekayaan
Ukuran kekuasaan dan wewenang
Ukuran kehormatan
Ukuran ilmu pengetahuaan/pendidikan
D. Sifat-Sifat Pelapisan Sosial
Dilihat dari sifatnya pelapisan dibagi menjadi 3 yaitu :
Pelapisan sosial tertutup yaitu pelapisan sosial yang membatasi kemungkinan seseorang untuk berpindah lapisan baik dari lapisan rendah ke lapisan yang tinggi maupun sebaliknya.
Pelapisan sosial terbuka yaitu pelapisan sosial dimana setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk naik ke lapisan sosial yang lebih tinggi karena kemampuan dan kecakapannya sendiri atau turun (jatuh) ke lapisan yang lebih rendah bagi mereka yang tidak cakap dan tidak beruntung.
Pelapisna sosial campuran yaitu pelapisan sosial di mana masyarkat menggunakan lapisan sosial secara terbuka pada suatu bidang dan pada bidang yang lain menggunakan pelapisan sosial secra tertutup.

E. Bentuk-Bentuk Stratifikasi (pelapisan sosial)

  • Pelapisan sosial berdasarkan criteria ekonomi

  • Pelapisan sosial berdasarkan criteria sosial

  • Pelapisan sosial berdasarkan criteria politik

Tinggi rendahnya status seseoran menurut Talcott Parson, kelahiran, kualitas pribadi, prestasi, pemilikan, otoritas.
Berdasarkan cara memperolehnya, di bedakan menjadi 3 yaitu :

  • Ascribed status yaitu status yang diperoleh secara otomatis melalui kelahiran. Contoh : kebangsawanan, jenis kelamin, umur, ras.

  • Achived status yaitu status yang diperoleh seseorang dengan usaha dan perjuangannya sendiri.

  • Assigned status yaitu : status yang diberikan kepada seseorang karena telah berjasa kepada masyarakat sehingga masyarakat sehingga masyarakat memberikan penghargaan kepadanya. Contoh : pejuang atau pahlawan.


Konflik status adalah pertentangan yang timbul dalam diri seseorang karena dia menyandang lebih dari status dalam waktu yang bersamaan.

  • Konflik yang bersifat individual

  • Konflik yang bersifat antar individu

  • Konflik yang bersifat antar kelompok

Konflik peranan yaitu suatu keadaan dalam diri seorang individu di mana individu tersebut tidak dapat melaksanakan peranannya sesuai dengan status yang disandangnya. Karena ketidakmampuannya menyesuaikan diri dengan status yang di sandang tersebut.
Menurut Robert Mat Iver ada 3 pola umum piramida :
Tipe kasta, cirri-cirinya :
Pelapisan kekuasaan dengan garis pemisahan
Orang tidak bisa berpindah lapisan baik dari atas ke bawah
Hampir tidak ditemui mobilitas sosial vertical.
Tipe Oligarkis, cirri-cirinya :
Pelapisan kekuasaan dengan garis pemisah yang tegas
Perbedaan antar lapisan tidak begitu mencolok
Terjadi pada masyarakat feudal yang sedang berkembang
Tipe demokratis, cirri-cirinya :
Mobilitas sosial vertical tinggi
Kedudukan sosial seseorang ditentukan oleh kemampuan dan keberuntungan
Terjadi pada masyarakat demokratis

F. Perkembangan Pelapisan Sosial Masyarakat Indonesia
Berdasarkan perkembangan pelapisan sosial dalam masyarakat karena adanya :
Sistem pelapisan sosial pada masyarakat pertanian
Sistem Pelapisan sosial masyarakat feudal
Sistem pelapisan sosial pada masa pemerintahan colonial Belanda
Sistem pelapisan sosial pada masa penjajahan Jepang
Sistem pelapisan sosial masyarakat industri
Privelese dalam ekonomi dan sosial uang atau kekayaan dapat menjadikan seseorang mendapat perlakuan yang istimewa
Privelese budaya : orang yang memiliki kekayaan lebih dapat diterima dalam berbagai golongan.

DIFERENSI SOSIAL
Adalah perbedaan penduduk atau warga masyarakat ke dalam golongan-golongan atau kelompok-kelompok secara horizontal atau tidak bertingkat.
Menurut konfigurasi dari komunitas etniknya majemuk dibedakan menjadi 4 kategori yaitu :
Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang
Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominant
Masyarakat majemuk dengan minoritas dominant
Masyarakat majemuk dengan fragmentasi
Faktor-faktor penyebab kemajemukan masyarakat Indonesia :
Keadaan geografik
Indonesia terletak di antara 2 samudra (samudra Indonesia & samudra Pasifik)
Iklim yang berbeda-beda dan struktur tanah yang tidak sama di antara berbagai daerah di kepulauan Nusantara.
Bentuk-bentuk diferensiansi sosial (kemajemukan) masyarakat Indonesia
Diferensiasi dalam hal ras (Racial Differential)
Ras adalah penggolongan manusia atas dasar ciri-ciri fisik biologis atau ciri jasmaniah, contoh : warna kulit.
Berdasarkan ciri-ciri morfologi yang terdiri dari 2 golongan yaitu :
Ciri-ciri kualitatif (seperti warna kulit, bentuk rambut dsb)
Ciri-ciri kuantitatif (seperti berat badan, ukuran badan, index)
Diferensiasi dalam hal suku bangsa/ethnic (tribal differentiation)
Diferensiasi dalam hal agama (religion differentiation)
Diferensiasi dalam hal profesi (profession differentiation)
Diferensiasi dalam hal klan (clan differentiation)
Interaksi adalah gambaran persilangan keanggotaan antara individu-individu dalam masyarakat majemuk sehingga membentuk sebuah konfigurasi dari persilangan itu.
Konsolidasi dapat diartikan penggabungan beberapa keanggotaan dengan cara menguatkan atau meneguhkan sifat-sifat keanggotaannya dalam kelompok sosial melalui tumpang tindih keanggotaan .
Contoh : konsolosidasi antara status dan asal daerah, misalnya ikatan mahasiswa Yogya – Kudus, dan lain-lain.
Primodialisme yaitu suatu pandangan atau faham yang mewujudkan sikap loyalitas yang berlebihan dan berpegang teguh pada hal-hal yang di bawah individu sejak kelahirannya. Seperti suku bangsa, ras, agama, daerah kelahiran dan lain sebagainya.

PENGARUH DIFERENSIASI SOSIAL DAN STRATAFIKASI SOSIAL TERHADAP MASYARAKAT
Pengaruh kemajemukan masyarakat Indonesia dapat menimbulkan 2 konflik :
1. Konflik sebagai proses sosial yang disosiatif sehingga tidak tercapai keselarasan antara satu golongan dengan golongan yang lain
a. Konflik horizontal yaitu konflik yang terjadi antara berbagai kelompok masyarakat akibat adanya diferensiasi masyarakat Indonesia seperti beraneka ragamnya suku bangsa, ras, agama, dsb.
b. Konflik vertical yaitu konflik yang terjadi antara kelas atas dengan kelas bawah yang disebabkan adanya perbedaan kepentingan di antara mereka.
2. Integrasi merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan sosial, sehingga menghsilkan suatu pola kehidupan yang serasi fungsinya sebagai masyarakat.
Proses integrasi harus diupayakan melalui pendekatan terhadap 2 dimensi, yaitu : dimensi horizontal, dimensi vertical.

Hal-hal yang dihargai sebagai pembentuk pelapisan sosial :

  • a. Uang.

  • b. Tanah.

  • c. Kekayaan.

  • d. Ilmu Pengetahuan.

  • e. Kekuasaan.

  • f. Kesalehan.

  • g. Keturunan dari keluarga terhormat.

Kriteria tinggi rendah pelapisan

Talcott Parsons menyebutkan lima kriteria tinggi rendahnya status seseorang, yaitu:

  • 1) Kriteria kelahiran: meliputi faktor ras, jenis kelamin, kebangsawanan, dan sebagainya.

  • 2) Kriteria kualitas pribadi : meliputi kebijakan, kearifan, kesalehan, kecerdasan, usia dan sebagainya.

  • 3) Kriteria prestasi : meliputi kesuksesan usaha, pangkat dalam pekerjaan, prestasi belajar, prestasi kerja, dan sebagainya.

  • 4) Kriteria pemilikan: meliputi kekayaan akan uang dan harta benda.

  • 5) Kriteria otoritas : yaitu kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain sehingga pihak lain tersebut bertindak seperti yang diinginkan.

Cara terbentuknya pelapisan sosial :

  • 1) Terbentuk dengan sendirinya, sesuai dengan perkembangan masyarakat yang bersangkutan. Misal kepandaian, tingkat umur, jenis kelamin, keturunan, sifat keaslian keanggotaan kerabat seorang kepala masyarakat dan harta kekayaan. Misal pada organisasi formal pemerintahan, perusahaan, partai politik, perkumpulan, angkatan bersenjata, dan sebagainya.

  • 2) Dengan sengaja disusun, untuk mengejar tujuan tertentu.

Faktor-Faktor yang dijadikan alasan/dasar terbentuknya pelapisan sosial :

  • 1) Kepandaian.

  • 2) Tingkat umur.

  • 3) Sifat keaslian keanggotaan di dalam masyarakat (misalnya cikal bakal, kepala desa dsb).

  • 4) Pemilikan harta.

  • Masyarakat pemburu biasanya mendasarkan pada tingkat kepandaian untuk membentuk pelapisan sosial.

  • Masyarakat yang telah hidup menetap dan bercocok tanam mendasarkan pada sistem kerabat dari pembuka tanah yang asli dianggap sebagai golongan yang menduduki lapisan yang tinggi.

  • Pada masyarakat yang taraf hidupnya masih rendah biasanya pelapisan sosial ditentukan oleh:

  • a. Perbedaan seksual (jenis kelamin).

  • b. Perbedaan antara pemimpin dengan yang dipimpin.

  • c. Perbedaan golongan budak dengan bukan budak.

  • d. Perbedaan karena kekayaan dan usia.

Dua analisis Prof. Soerjono Soekanto tentang proses terbentuknya pelapisan sosial :

  • 1) Sistem pelapisan sosial kemungkinan berpokok kepada sistem pertentangan dalam masyarakat.

  • 2) Ada sejumlah unsur untuk membuat analisa pelapisan sosial yaitu :

  • a. Distribusi hak-hak istimewa yang objektif, seperti penghasilan, kekayaan, kekuasaan, wewenang.

  • b. Sistem pertanggaan yang sengaja diciptakan sehingga ada prestise dan penghargaan atas posisi pelapisan sosial tertentu.

  • c. Kriteria sistem pertentangan, yaitu dikukur adanya perbedaan kualitas pribadi, keanggotaan kelompok kerabat tertentu, hak milik, wewenang, dan kekuasaan.

  • d. Lambang-lambang kedudukan, seperti misalnya tingkah laku hidup, cara berpakaian, bentuk rumah, keanggotaan suatu organisasi tertentu.

  • e. Mudah atau sukarnya bertukar kedudukan.

  • f. Solidaritas di antara individu-individu atau kelompok-kelompok sosial yang menduduki kedudukan yang sama dalam sistem sosial masyarakat.

Kriteria Penggolongan Pelapisan Sosial :

a. Ukuran kekayaan.
b. Ukuran kekuasaan.
c. Ukuran kehormatan.
d. Ukuran ilmu pengetahuan


Sifat Pelapisan Sosial :

a. Tertutup (closed social stratification) membatasi kemungkinan untuk pindah dari satu lapisan ke lapisan yang lain. Contoh sistem kasta pada masyarakat feodal, masyarakat apartheid.
b. Terbuka (opened social stratification), setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk naik ke lapisan sosial lebih tinggi. Contoh masayarakat pada negara-negara industri maju.
c. Campuran, adalah kombinasi terbuka dan tertutup dan ini sering terjadi dalam masyarakat. Misalnya untuk hal-hal tertentu bersifat terbuka, tetapi untuk hal-hal tertentu yang lain bersifat tertutup

Fungsi Stratifikasi Sosial :
• 1) Alat untuk mencapai tujuan.
• 2) Mengatur dan mengawasi interasksi antar anggota dalam sebuah sistem stratifikasi.
• 3) Stratifikasi sosial mempunyai fungsi pemersatu.
• 4) Mengkategorikan manusia dalam stratum yang berbeda.

Status dalam pelapisan sosial

Status dan peranan adalah unsur yang baku dalam sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.
Status adalah posisi yang didukuki seseorang dalam suatu kelompok.

Status objektif, yaitu status yang dimiliki seseorang secara hierarkhis dalam struktur formal suatu organisasi. Misal seorang Gubernur.
Status subjektif, yaitu status yang dimiliki seseorang merupakan hasil penilaian orang lain terhadap diri seseorang dengan siapa ia berkontak atau berhubungan.
Kriteria penentuan status subjektif adalah:
1) Kelahiran
2) Mutu pribadi
3) Pemilikan
4) Otoritas
Pelapisan dalam masyarakat dapat dilihat berdasarkan kriteria sosial, politik dan ekonomi.
Kriteria politik adalah pembedaan penduduk atau warga masyarakat menurut pembagian kekuasaan.
• Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak atau kemauan pemegang kekuasaan.
• Wewenang adalah kekuasaan yang ada pada diri seseorang atau sekelompok orang yang mendapat pengakuan dari masyarakat. Kekuasaan yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang yang diakui oleh masyarakat disebabkan oleh rasa takut, rasa cinta, kepercayaan, pemujaan.
• Munculnya sistem kekuasaan kemudian menimbulkan lapisan-lapisan kekuasaan yang sering disebut “Piramida Kekuasaan”.
• Menurut Max Iver terdapat tiga pola umum “Piramida Kekuasaan” yaitu tipe kasta, tipe oligarkhis, tipe demokratis.
• Tipe Kasta adalah sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisahan yang tegas dan kaku.
• Susunan dari atas ke bawah adalah:
• 1) Raja.
• 2) Bangsawan.
• 3) Orang-orang yang bekerja di pemerintahan, pegawai rendahan dan seterusnya.
• 4) Tukang-tukang, pelayan-pelayan.
• 5) Petani-petani, buruhan tani.
• 6) Budak-budak.
• Tipe Oligarkhis adalah sistem lapisan kekuasaan dengan garis-garis pemisahan yang tegas. Akan tetapi dasar pembedaan kelas-kelas sosial ditentukan oleh kebudayaan masyarakat tersebut terutama dalam hal kesempatan untuk naik lapisan sosial.
• Susunan dari atas ke bawah sebagai berikut:
• 1) Raja (penguasa)
• 2) Bangsawan dari macam-macam tingkatan.
• 3) Pegawai tinggi (sipil dan militer).
• 4) Orang-orang kaya, pengusaha dan sebagainya.
• 5) Pengacara.
• 6) Tukang dan pedagang.
• 7) Buruh tani dan budak.
• Tipe Demokratis, adalah sistem pelapisan kekuasaannya terdapat garis pemisah antara lapisan yang sifatnya sangat mobil. Faktor kelahiran tidak menentukan pelapisan tertentu seseorang. Pada tipe ini lebih menekankan pada kemampuan orang untuk menentukan pelapisan sosial.
• Pada lapisan sosial di lingkungan kraton (masa feodal kerajaan), tidak digambarkan sebagai pelapisan dari atas ke bawah tetapi sebagai lingkaran kambium. Dimana raja merupakan tokoh sentral yang penuh kekuasaan dan mempunyai privelese (hak-hak istimewa).
Pelapisan sosial berdasar kriteria ekonomi membedakan penduduk atau warga masyarakat menurut jumlah dan sumber pendapatan
• Sistem pelapisan yang berdasarkan kriteria ekonomi disebut kelas sosial.
• Menurut Karl Marx ada dua macam kelas dalam setiap masyarakat, yaitu kelas atas yang memiliki tanah atau alat-alat produksi lainnya dan kelas bawah yaitu kelas yang tidak memiliki alat-alat produksi kecuali tenaga yang disumbangkan dalam proses produksi.
• Max Weber menyebutkan adanya kelas yang mendapat kehormatan khusus dari masyarakat yang dinamakan stand.
• Joseph Schumpater menyebutkan bahwa sistem kelas diperlukan untuk menyediakan masyarakat dengan keperluan-keperluan yang nyata.
• Hasan Shadily menyebutkan bahwa kelas sosial adalah golongan yang terbentuk karena adanya perbedaan kedudukan tinggi dan rendah, dan karena adanya rasa segolongan dalam kelas itu masing-masing sehingga kelas yang satu dapat dibedakan dari kelas yang lain.
• Secara teoritis kelas-kelas ekonomi masyarakat adalah sebagai berikut:
1) Kelas Atas (Upper Class), terdiri atas:
• a. Kelas atas lapisan atas.
• b. Kelas atas lapisan menengah.
• c. Kelas atas lapisan bawah.
2) Kelas Menengah (Middle Class), terdiri atas:
• a. Kelas menengah lapisan atas.
• b. Kelas menengah lapisan tengah.
• c. Kelas menengah lapisan bawah.
3) Kelas Bawah (Lower Class):
• a. Kelas bawah lapisan atas.
• b. Kelas bawah lapisan tengah.
• c. Kelas bawah lapisan bawah.
• Mengapa kelas-kelas sosial di dalam masyarakat digambarkan dalam bentuk kerucut? Hal ini berkaitan dengan jumlah warga masyarakat semakin tinggi jumlahnya semakin sedikit.
Pelapisan sosial berdasarkan kriteria sosial, model pelapisannya berhubungan dengan prestise atau gengsi.
• Prestises atau gengsi pada masyarakat feodal umumnya diukur dari garis keturunan.
• Di Jawa masa kerajaan terdapat pelapisan dari atas ke bawah yakni:
• 1) Raja (Sultan).
• 2) Kaum Bangsawan (Sentono Dalem).
• 3) Priyayi (Abadi Dalem tingkat tinggi).
• 4) Kawulo (wong cilik).
• Di Tanah Karo kedudukan pendiri desa (Marge Taneh) jauh lebih tinggi daripada rakyat biasa (ginemgem) dan budak (derip).
• Di Timor ada kedudukan USIF (bangsawan) dan TOG (orang-orang biasa).
• Di Inggris ada golongan NOBILITY (Bangsawan) dan dibawahnya COMMONER (rakyat biasa).
• Pada Zaman Hindu warga masyarakat digolongkan ke dalam 4 tingkatan, yaitu:
• 1) Kasta Brahmana (ahli agama, pendeta).
• 2) Kasta Ksatria (golongan masyarakat bangsawan).
• 3) Kasta Waisya (golongan masyarakat biasa, pedagang, petani).
• 4) Kasta Sudra (golongan masyarakat pekerja kasar).
• Pada sistem kasta yang disebut TRI WANGSA adalah Brahmana, Ksatria, dan Waisya. Sedang lapisan terakhir disebut “jaba”.
• Ida (nama untuk Brahmana), Tjokorda, Dewa, Ngahan (nama untuk Ksatria), Bagus, I Gusti, dan Gusti (nama untuk Waisya), Pande, Kbon, Pasek (nama untuk orang Sudra).
• Gelar-gelar tersebut di atas diwariskan secara patrilineal.
Konsekuensi perbedaan kedudukan dan peran sosial dalam tindakan dan interakasi sosial :
• a. Orang yang menduduki pelpisan sosial yang berbeda akan memiliki kekuasaan, privelese dan prestise yang berbeda pula. (Baik privelese ekonomi maupun privelese budaya).
• b. Kemungkinan timbulnya proses sosial yang disosiatif berupa persaingan, kontravensi, maupun konflik.
• c. Penyimpangan perilaku karena kegagalan atau ketidakmampuan mencapai posisi tertentu. Kegagalan itu dapat berupa alkoholisme, kejahatan, drug abuse, prostitusi, korupsi, kenakalan reamaja dan sebagainya.
• d. Konsentrasi elite status, yakni pemusatan kedudukan-kedudukan yang penting kepada orang-orang atau segolongan orang tertentu. Akibat logisnya adalah dimungkinkan terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Anilisis Gordon Alport (1958) tentang parasangka atau kecemburuan sosial akibat adanya pelapisan sosial yang dikenal dengan beberapa pendekatan antara lain:
• a. Pendekatan historis.
• b. Pendekatan kepribadian (psikologis).
• c. Pendekatan fenomenologis.
• d. Pendekatan naïve.
• e. Pendekatan sosiokultural dan situasional.
Pendekatan historis didasarkan atas teori pertentangan kelas, yaitu konflik antara kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah. Pertentangan kelas itu diwarnai oleh kondisi saling menyalahkan, timbulnya prasangka dan kecemburuan sosial. Contohnya prasangka orang kulit putih terhadap ras negro, yang secara historis dipengaruhi oleh budaya “Tuan” dan “Budak”.
Pendekatan kepribadian (psikologis) menyatakan bahwa prasangka dan kecemburuan sosial sosial diakibatkan oleh keadaan frustasi yang mendorong tindakan agresif. Menurut teori ini tindakan agresi, prasangka, dan frustasi lebih ditentukan oleh tipe kepribadian seseorang akibat proses sosialisasi yang keliru terhadap lingkungan masyarakatnya.
Pendekatan fenomenologis menyatakan bahwa prasangka dan kecemburuan sosial dipengaruhi oleh bagaimana individu memandang masyarakat dan lingkungannya, sehingga persepsilah yang menyebabkan prasangka dan kecemburuan sosial. Menurut teori ini terjadinya pelapisan sosial, perbedaan kemampuan, dan tindakan individu merupakan gejala-gejala yang bersifat fenomenal atau bersifat umum.
Pendekatan naïve lebih menyoroti objek prasangka atau objek tindakan individu, dan bukan menyoroti pelakunya/ individunya. Bahwa yang menimbulkan prasangka adalah individu itu sendiri yang berprasangka atas perilaku tertentu. Contoh pada masa lalu Pegawai Negri Sipil selalu disangka akan hanya mendukung partai tertentu padahal belum tentu benar.
Pendekatan sosiokultural dan situasional adalah pendekatan yang menyoroti tentang kondisi dan situasi saat ini sebagai penyebab timbulnya perilaku, sikap, prasangka, dan kecemburuan tertentu.

Faktor-faktornya bisa bervariasi, antara lain:
• a. Mobilitas sosial, yang menyebabkan penurunan status sosial sekelompok orang, kadang-kadang melahirkan prasangka dan menyalahkan situasi masyarakat.
• b. Konflik antar kelompok. Disebabkan oleh timbulnya prasangka dan perilaku non integratif dari anggota-anggotanya.
• c. Stigma perkotaan, bahwa timbulnya prasangka dan ketidakpastian di kota disebabkan oleh noda yang dilakukan sekelompok tertentu


Minggu, 06 Desember 2009

usaha martabak manis

MAKALAH PENGANTAR BISNIS

“Pembuatan Usaha Martabak Manis”

Di susun oleh :

Dwi putri Yulianti

(22209217)

1EB10

Universitas Gunadarma

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas izin dan karunia-Nya saya bias menyelesaikan makalah yang berjudul usaha martabak manis ini denagn baik .

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam penyelesaian makalah ini .

Saya sadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih belum sempurna, untuk itu saya menerima masukan agar tulisan saya bias lebih sempurna lagi .

Atas perhatiannya dan kerja samanya saya ucapkan terima kasih.

Semoga makalah yang saya buat ini berguna dan bermanfaat bagi para pembaca.

Jakarta, desember 2009

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Pembuatan Usaha

Manusia yang hidup sudah menjadi semacam suatu kewajiban untuk bertahan hidup ditengah-tengah masyarakat. Untuk bertahan hidup manusia perlu berinteraksi dengan sesama manusia lain, terutama dalam menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

sekarang ini lahan pekerjaan semakin bertambah, tetapi dengan banyaknya jumlah penduduk, peluang untuk mendapatkan pekerjaan jadi semakin kecil. Untuk itu, ada baiknya, setiap manusia mampu berdiri sendiri dengan usahanya dalam bertahan hidup.

Usaha dalam bertahan hidup itu diantaranya dengan membuka sendiri lahan usaha baru untuk kita tekuni. Dengan mempertimbangkan segala sesuatunya, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang, yang tidak hanya diciptakan oleh kita, tetapi untuk mempermudah juga dilihat dari aspek lingkungan.

Ada berbagai macam lahan usaha yang dapat dilakukan, diantaranya adalah usaha pembuatan martabak manis seperti apa yang akan penulis paparkan dalam makalah ini.

2. Identifikasi Pembuatan Usaha

Pembuatan usaha baru yang kita rintis sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal yang akan mendasari usaha kita tersebut, diantranya adalah untuk apa kita melukan kegiatan usaha yang dimaksud, apa saja hal yang kira-kira menjadi rintangan dan hal-hal yang dapat meringankan usaha kita tersebut, dan bagaimana kemungkinan keuntungan yang dapat kita peroleh dengan membuka usaha tersebut.

3. Tujuan Membuat Usaha

Adapun tujuan kita untuk mendirikan suatu usaha adalah selain untuk bertahan hidup, lebih khusus lagi kita mencari laba atau untung dari usaha yang kita lakukan tersebut. Disamping itu, lebih jauh lagi, kita berharap dapat membuat lapangan kerja sendiri dan jika memungkinkan, kita dapat menyediakan lapangan kerja untuk orang lain.

Dengan makalah ini diharapkan pembaca dapat memahami dan diharapkan dapat memanfaatkannya khusunya dalam suatu pemilihan usaha.

BAB II

PEMBUKAAN USAHA PEMBUATAN MARTABAK MANIS

PROSPEKTIF MASA DEPAN

Usaha ini sangatlah bagus dan cerah karena usaha yang dijalankan ini sudah mulai ditinggalkan orang. Ciri produk yang khas yang dimiliki oleh perusahaan, membuat daya tarik tersendiri akan usaha ini, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Dengan sistem manajemen dan kontrol kualitas yang terjaga, maka usaha ini akan cukup berpotensi hingga masa yang akan datang. Dengan menajemen yang diterapkan pada tiap bagian dari usaha ini, dari mulai manajemen dalam bahan baku, produksi, hingga pemasaran, maka usaha apapun akan dapat bertahan menghadapi persaingan baik dengan sesama produsen Martabak manis maupun bersaing dengan produk baru lainnya.

Disamping itu, karena martabak manis merupakan jenis makanan yang sudah umum di masyarakat sehingga dalam hal pangsa pasarnya tidak akan diragukan lagi.

ANALISIS PERSAINGAN

Seorang pengusaha harus dapat melihat dan memanfaatkan peluang yang ada sehingga usaha yang dijalankannya tidak mengalami kegagalan ditengah jalan.

Persaingan dengan perusahaan lain akan dapat diatasi dengan langkah-langkah yang terencana denan baik dan matang yang diantaranya adalah melakukan efisiensi dan peningkatan kualitas produk yang kita buat, yang dalam hal ini proses produksi martabak manis, dilakukan dengan cepat tanpa mengabaikan rasa dan rupa dari martabak manis tersebut.

Efisiensi dapat dilakukan dengan cara menggunakan tenaga terampil atau tenaga yang telah dilatih dalam hal pembuatan martabak manis. Dalam produksi bahan makanan sangat perlu diperhatikan cita rasa dan rupa. Cita rasa yang tinggi tanpa memperhatikan rupa, akan kurang berhasil, begitupun sebaliknya.

Packing atau pengemasan produk yang elegan dan unik akan memberi nilai jual tersendiri. Dalam keyataan, kebanyakan produk yang dikemas, hampir 40% biaya produksi adalah untuk kemasan, sedangkan sisanya adalah untuk bahan baku dan tenaga kerja.

Bermunculannya produsen jenis makanan ringan juga akan memberikan persaingan tersendiri walaupun dari segmen produksi yang berbeda, tetapi untuk segmen makanan ringan hal ini akan sangat memanaskan persaingan.

SEGMENTASI PASAR YANG AKAN DIMASUKI

Segemen pasar yang diincar adalah kalangan bawah hingga atas, dimana martabak manis dapat dimakan oleh siapapun, tidak terkecuali kalangan atas.

Produk yang dihasilkan berupa martabak manis akan dipasarkan dengan cara membuka toko sendiri. Martabak manis dapat juga dipasarkan dengan dengan cara order pemesanan. Hal ini biasanya untuk pemesanan partai yang agak besar, dalam hal ini dilakukan oleh distributor.

Dengan kemasan yang dibuat sedemikian rupa hingga dapat terlihat elegan, maka kalangan atas yang biasanya mempertimbangkan gengsi, tidak akan ragu untuk membeli martabak manis yang bersangkutan walaupun harga jualnya jadi akan lebih membengkak.

ESTIMASI KELANCARAN USAHA

Kelancaran suatu usaha tidak hanya ditentukan dari lancarnya penjualan, tetapi juga ditentukan oleh proses produksi follow-up-nya. Dengan lancarnya penjualan secara otomatis juga memerlukan proses produksi yang juga tidak terhambat.

Kelancaran produksi bisa ditentukan oleh penggunaan permesinan yang dapat menghemat upah tenaga kerja dengan tingkat produksi yang juga tinggi.

Selain ditentukan oleh tenaga produksi yang telah terampil dan mampu berdisiplin hingga bisa mencapai target produksi sesuai dengan order penjualan.

Kelancaran produksi tidak akan terlepas dari kelancaran suplai bahan baku. Dalam hal ini bahan baku yang digunakan adalah berupa terigu yang berkualitas baik.

Untuk itu perlu dipikirkan untuk mempunyai sumber bahan baku sendiri. Salah satu caranya yaitu bekerjasama dengan perusahaan yang membuat terigu secara khusus. Hal ini untuk menjaga agar produksi tidak berhenti.

Sebagai penunjang kelancaran usaha, khususnya dalam hal proses produksi, kelancaran suplai bahan baku ini sangat perlu untuk diperhatikan. Cadangan bahan baku perlu dipertimbangkan untuk proses produksi hingga paling tidak 5 hari. Hal ini untuk menjaga jika terjadi hambatan dalam penyediaan bahan baku.

Kantung plastik, alumunium foil, atau bahkan foam-box yang biasa digunakan untuk kemasan makanan, kadang hanya berupa kemasan standar dan kurang sesuai untuk digunakan dalam mengemas jenis produk seperti martabak manis. Untuk itu perlu dipikirkan cara pengadaan kemasan ini disesuaikan dengan produk martabak mains yang dihasilkan, jika diperlukan harus dipikirkan pembuatan sendiri kemasan yang lain dari yang lain.

5. PENETAPAN HARGA JUAL

Penetapan harga jual dilakukan dengan cara memperhitungkan harga bahan baku, upah pekerja, proses produksi, pengemasan, pemasaran dan jika perlu diperhitungkan pula biaya promosi dan transportasi.

Semua harga yang telah teridentifikasi dapat dihitung hingga bisa didapat harga satuan minimal (modal yang digunakan). Selanjutnya kita dapat menentukan harga jual setalah diperhitungkan dengan keuntungan yang ingin kita peroleh.

Penetapan harga ini sangat perlu dilakukan untuk standarisasi penjualan, sehingga tidak akan terjadi kesenjangan yang signifikan antara harga produk yang harus dibayar konsumen secara langsung dengan harga produk setelah melalui distributor atau agen.

Dalam penetapan harga jual ini kita juga harus realistis. Jika ditentukan terlalu tinggi maka konsumen akan mempertimbangkan kembali untuk membeli produk kita dan lebih jauh lagi mereka akan lari ke produk lain yang sejenis. Hal tersebut tentu tidak ingin terjadi. Untuk itu perlu diperhitungkan harga jual produk dari produsen lain.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari tulisan yang telah penulis uraikan di atas dapat ditarik benang merah dalam merintis usaha pembuatan martabak manis, diantaranya adalah bahwa dalam merintis suatu usaha ada baiknya direncanakan secara matang baik ditinjau dari prospek masa depan maupun sistem manajemen yang dapat dilakukan untuk mengelola usaha yang bersangkutan.

Selain itu perlu pula dipikirkan dan diperhitungkan tentang prospek persaingan, segmentasi pasar dan kelancaran usahanya.

Penetapan harga jual merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam suatu usaha. Harga harus realistis tetapi tidak melupakan modal yang dikeluarkan untuk melakukan usaha yang bersangkutan tersebut.

LEMBAR PENGESAHAN

Selasa, 06 Oktober 2009

Artikel tentang keyboard

Artikel tentang keyboard

Sejarah keyboard ..

Hal ini berkaitan dengan sejarah mesin ketik yang ditemukan lebih dulu oleh Christopher Latham Sholes (1868). Saat menciptakan mesin ketik prototype sebelumnya, malah sangat memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih cepat. Terlalu cepatnya kemungkinan dalam mengetik tersebut, sampai- sampai sering timbul masalah pada saat itu. Seringkali saat tombol ditekan, batang-batang huruf (slug) yang menghentak pita itu mengalami kegagalan mekanik, yang lebih sering diakibatkan karena batang-batang itu saling mengait (jamming).

Karena bingung memikirkan solusinya pada saat itu, Christopher Latham Sholes justru mengacak-acak urutan itu demikian rupa sampai ditemukan kombinasi yang dianggap paling sulit untuk digunakan dalam mengetik. Tujuannya jelas, untuk menghindari kesalahan-kesalahan mekanik yang sering terjadi sebelumnya.

Akhirnya susunan pada mesin ketik inilah yang diturunkan pada keyboard sebagai input komputer dan pada tahun 1973 diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization).
Sebenarnya ada beberapa standar susunan keyboard yang dipakai sekarang ini. Sebut saja ASK (American Simplified Keyboard), umum disebut DVORAK yang ditemukan oleh Dr. August Dvorak sekitar tahun 1940.

Secara penelitian saat itu, susunan DVORAK memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih efisien. Tetapi mungkin karena terlambat, akhirnya DVORAK harus tunduk karena dominasi QWERTY yang sudah terjadi pada organisasi-organisasi dunia saat itu dan mereka tidak mau menanggung resiko rush apabila mengganti ke susunan keyboard DVORAK. Satu-satunya pengakuan adalah datang dari ANSI (American National Standard Institute) yang menyetujui susunan keyboard Dvorak sebagai versi “alternatif” di sekitar Tahun 1970.

Susunan keyboard lainnya yang masih perkembangan dari susunan QWERTY adalah QWERTZ yang dipakai di negara seperti Hungaria, Jerman, Swiss, dll. AZERTY oleh negara Prancis dan Belgia, QZERTY, dll.

Papan ketik (bahasa Inggris: keyboard) atau kibor adalah peranti untuk mengetik atau memasukkan huruf, angka, atau simbol tertentu ke perangkat lunak atau sistem operasi yang dijalankan oleh komputer.

Papan ketik terdiri atas tombol-tombol berbentuk kotak dengan huruf, angka, atau simbol yang tercetak di atasnya. Dalam beberapa sistem operasi, apabila dua tombol ditekan secara bersamaan, maka akan memunculkan fungsi khusus atau pintasan yang telah diatur sebelumnya.

Ada berbagai jenis tata letak tombol pada papan ketik. Akan tetapi, yang paling populer dan umum digunakan adalah tata letak QWERTY, meniru sistem tata letak mesin ketik.

Papan ketik tipe baru biasanya mempunyai tombol tambahan di atas tombol fungsi (F1, F2, dst.) untuk mempermudah pengguna dalam mengoperasikan komputer. Selain itu, papan ketik baru juga sudah banyak yang mendukung teknologi nirkabel.

Fungsi keyboard ..

Fungsinya yaitu untuk mengetik atau memasukan huruf , angka, atau symbol tertentu ke perangkat lunak atau system operasi yang di jalankan oleh computer .

Fungsi dari setiap tombol keyboard yang ada , di antaranya :

1. Tombol ALT berfungsi bila penggunaannya dipasangkan dengan tombol lainnya seperti F4 misalnya yang berguna untuk ShutDown atau menutup Windows Program yang sedang aktif.

2. Tombol CTRL akan berfungsi bila penggunaannya dipasangkan dengan tombol lainnya seperti tombol C atau disebut juga CTRL-C akan berguna untuk menyalin saatu objek yang ditunjuk ke dalam clipboard, yang nantinya dapat disalinkan pada area kerja yang ditentukan dengan menggunakan CTRL-V.

3. Tombol F1 – F12 adalah tombol fungsi yang pemanfaatannya disesuaikan dengan sistem operasi atau aplikasi. Misal, F1 biasanya digunakan untuk menampilkan menu Help yang akan memberikan penjelasan mengenai aplikasi yang sedang berjalan

4. Tombol ESC (Escape) adalah tombol yang kegunaanya sama dengan pilihan CANCEL, yaitu untuk membatalkan satu tahap pekerjaan.

5. Tombol Enter adalah tombol yang kegunaanya sama dengan pilihan tombol OK, yaitu untuk menyatakan bahwa operasi yang dilakukan betul dan selesai. Enter juga dapat berarti menyisipkan baris kosong atau baris baru pada proses pemasukan text.

6. Pada Window dialog, menekan tombol TAB berarti pindah ke field atau daerah isian atau pilihan berikutnya. Pada saat proses pengetikan, TAB berarti lompat ke penghentian TAB (tab-stop) terdekat.

7. Tombol Arah berfungsi menggerakan penunjuk karakter (kursor) sesuai arah anak panah bersangkutan.

8. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Backspace akan mengakibatkan karakter (huruf) disebelah kiri kursor terhapus.

9. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Delete akan mengakibatkan karakter(huruf) disebelah kanan atau ditempat dimana kursor berada akan terhapus.

10. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Home akan mengakibatkan kursor berpindah ke awal baris dimana kursor berada.

11. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol End akan mengakibatkan kursor berpindah ke akhir baris dimana kursor berada.

12. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Page Up akan mengakibatkan kursor berpindah ke atas sejauh satu layar dari kursor berada.

13. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Page Down akan mengakibatkan kursor berpindah ke bawah sejauh satu layar dari kursor berada.

Tips menggunakan keyboard yang baik n benar

Di masa sekarang ini telah tersedia berbagai macam produk keyboard yang ditujukan agar anda nyaman mengetik, meski dalam waktu lama. Namun yang lebih penting adalah bagaimana anda mengatur postur dan posisi tubuh anda, terutama lengan anda, sehingga anda bisa menghindari kelelahan dan cedera.

Untuk itu ada baiknya Anda ikuti tips berikut ini untuk menghindari cedera pada tangan Anda :

1. Sejajarkan pergelangan tangan dengan telapak tangan. Upayakan pergelangan tangan anda selalu sejajar dengan telapak tangan. Lemaskan pergelangan tangan anda seperti mengambang. Jangan tegang.

2. Posisi siku menggantung. Pastikan siku anda dalam posisi bebas menggantung. Menyandarkan siku pada sandaran kursi saat mengetik, selain menyulitkan anda untuk mengetik, juga membuat anda tegang dan cepat lelah.

3. Lemaskan jari telunjuk dan jari manis anda. Kunci mengetik tanpa lekas lelah adalah melemaskan seluruh jari anda. Jangan kaku dan tegang. Biarkan lemas, rileks, apa adanya.

4. Tekan tombol dengan tenang. Jangan menekan tombol dengan kuat atau mengalirkan kekuatan penuh pada tangan anda. Ingat, anda sedang mengetik, bukan memukul tombol keyboard.

5. Bila tidak sedang mengetik. Lemaskan keseluruhan tangan bila sedang tidak memencet tombol di keyboard. Keadaan anda sebelum mengetik juga mempengaruhi kondisi anda di saat mengetik.

Cara mengganti keyboard laptop ..

Jika Anda ingin mengganti satu set tombol pada keyboard laptop atau mengganti seluruh keyboard itu sendiri, anda perlu untuk menghilangkan yang ada keyboard dari motherboard tanpa disassembling seluruh notebook. Laptop keyboard dapat dengan mudah dihapus setelah mengeluarkan keyboard bezel, Anda akan memerlukan beberapa peralatan dasar untuk mengambil selain itu, dan dapat melakukan disassembly di bawah satu jam.

1. Mempersiapkan Anda untuk laptop disassembly. Melepas baterai dari komputer di bawah notebook, dan menghapus power. Laptop tidak boleh terhubung ke perangkat keras atau perangkat eksternal.

2. Hapus keyboard bezel. Keyboard bezel yang tipis bingkai atau plastik strip memegang laptop keyboard di tempat. Anda dapat angkat bezel menggunakan obeng kecil flathead, atau melepaskan dari dasar notebook jika dijamin dengan screws. Cara bezel dijamin tergantung pada model dan membuat laptop anda.

3. Melepaskan keyboard dari sistem papan. Anda akan melihat satu atau dua besar screws langsung di atas keyboard setelah mengeluarkan bezel. Membuka ini sesuai dengan menggunakan obeng untuk melepaskan keyboard dari sistem papan.

4. Detach keyboard USB. Angkat perlahan keyboard ke atas dan kembali dengan satu tangan, dan cari kabel yang luas di bawahnya. Ini biasanya terpasang tepat di bawah ruang bar dan dilampirkan dengan plug dan socket. Hati-hati tarik kabel konektor dalam arah vertikal ke keluarkan dari socket.

Petunjuk:

Keyboard terhubung ke motherboard dengan sangat rentan potong kabel (lihat Langkah 4 di atas); sangat lembut ketika menangani bagian ini untuk menghindari kerusakan hardware.

Menangani semua komponen internal dari laptop dengan hati-hati; motherboard papan sirkuit dan dapat menjadi sangat rentan dan dapat dengan mudah rusak bila menggunakan peralatan dan benda tajam.

Cara membersihkan keyboard ..

1. Untuk membersihkan keyboard laptop, mulailah dengan menyeka dengan kain lembab. Jangan menggunakan layar atau pembersih rumah tangga pada keyboard. Mereka mengandung larutan pembersih yang mungkin berakhir mengeluarkan cat seperti karakter pada kunci Anda!

2. Ketika Anda menghapus keyboard, tidak apa-apa untuk menekan sedikit, atau menggosok dengan lembut area kecil untuk menghilangkan residu lengket donat Anda mungkin sudah mendapatkan itu. Jangan membuat swipes besar, bagaimanapun, atau Anda berisiko memiliki beberapa kunci lepas.

3. Menghapus setiap remah-remah atau puing menggunakan sikat gigi atau udara tekan, dan kemudian mengelap keyboard dengan kain basah lagi.

4. Jika ada tumpah besar pada keyboard, langkah-langkah di atas tidak akan cukup untuk mendapatkan laptop bekerja sebagaimana mestinya lagi. Konsultasikan manual apakah kunci dapat dihapus untuk membersihkan dan ikuti petunjuk. Bantuan profesional menjadi mungkin diperlukan untuk mendapatkan masalah seperti itu diselesaikan